Saturday, April 28, 2018

HIU PUTIH

IKAN HIU PUTIH



Hiu putih (nama ilmiah Carcharodon carcharias), juga dikenal sebagai hiu putih besar, pointer putih, hiu putih, atau si putih yang mematikan), adalah hiu lamniform besar yang ada di pesisir perairan di seluruh permukaan lautan utama. Tidak banyak yang diketahui mengenai hewan ini. 
Hiu putih besar dikenal karena ukurannya, dengan individu terbesar yang panjang tubuhnya mendekati atau bahkan melampaui 6 meter (20 kaki), dan dengan berat sebesar 2.268 kg (5.000 lb). Hiu ini berwarna abu-abu atau abu-abu kebiruan dengan sedikit warna putih dibagian perut. Hiu ini memiliki gigi berjumlah 300 gigi yang tajamnya seperti tepian gergaji. Gigi Hiu ini panjangnya dapat tumbuh mencapai 7,5 cm. Hiu jenis ini akan mencapai kedewasaan saat berumur 15 tahun, dan dapat hidup sekitar 30 tahun.

Hiu putih dapat dikatakan hiu terbesar yang dikenal di dunia dan merupakan salah satu predator utama untuk mamalia laut. Selain itu, ia juga memangsa berbagai hewan laut lainnya, termasuk ikan, pinnipeds, dan juga burung laut. Hiu putih tercatat memiliki sejumlah serangan pada manusia. IUCN (International Union for Conservation of Nature) memperlakukan hiu putih sebagai spesies yang hampir punah.

Kingdom:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Carcharodon

Spesies:
C. carcharias

Fakta Seputar Hiu Putih


Hiu putih (Carcharodon carcharias) adalah predator laut yang ditemukan di perairan beriklim sedang dan sub-tropis, di kedua belahan bumi utara dan selatan.
Secara khusus, mereka ditemukan di lepas pantai Australia mulai dari selatan Queensland, sekitar garis pantai Selat Bass, hingga Tanjung Barat Laut di Australia Barat.
Terdaftar sebagai spesies yang dilindungi berdasarkan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar yang Langka (CITES), bukti menunjukkan bahwa jumlah mereka telah menurun sebagai akibat dari aktivitas manusia, termasuk memancing dan penurunan habitat.
Memperingati Hari Satwa Liar Dunia, kami menghadirkan beberapa fakta yang mungkin tak anda ketahui tentang hewan pemburu yang menakutkan ini.
1. Mereka tak selalu berukuran 'besar'
  Sebelum pertengahan tahun 1970-an, predator yang luar biasa ini hanya dikenal sebagai hiu putih atau 'pemburu putih' di Australia. Nama 'Great White' atau yang bermakna ' hiu putih besar' dipopulerkan secara global oleh film Jaws, pada tahun 1975. Dan itu bertahan hingga saat ini.
Setelah jutaan tahun proses evolusi, mereka akhrinya mendapatkan gelar itu!.
2. Hiu putih adalah rajanya ketahanan tubuh
  Hiu ini dapat menempuh jarak yang luar biasa - lebih dari 3000 kilometer dalam satu bulan. Mereka bisa berenang dari Tasmania ke Selandia Baru dalam tiga minggu!.
Dengan kecepatan 3-4 kilometer/jam, daya jelajah hiu putih sedikit lebih lambat dari perenang Olimpiade, tetapi mereka bisa mempertahankannya selama lebih dari 100 kilometer sepanjang hari, setiap hari. Dan ketika mereka sedang berburu, mereka bisa mencapai 55 kilometer/ jam untuk perjalanan yang singkat.
Hiu putih bisa menyelam hingga kedalaman 1,2 kilometer, di mana tekanan airnya 120 kali lebih tinggi daripada di permukaan laut. Dan mereka akan berenang di suhu air yang berkisar antara suhu dingin kulkas Anda (3 derajat Celsius) hingga suhu hangat 27 derajat.

Ada alasannya mengapa hiu putih terlihat menakutkan saat menggigit mangsa

Ocular rotation is more than just simple eye-rolling in white sharks. With their eyes completely rolled back, an incredibly tough lump of white cartilage is exposed to shield their visual organs.
Hiu putih menunjukkan gigi mereka dan memutar mata mereka ke arah kepala, ketika mereka menyerang mangsa.
Kedua gerakan ini menempatkan rahang dan gigi hiu ke posisi menyerang yang terbaik, tetapi pada saat yang bersamaan juga melindungi mata mereka - hal yang berguna ketika mangsanya, biasanya anjing laut atau ikan pari, memiliki cakar atau duri dan rentan melawan balik.
Bagi hiu putih, rotasi mata lebih dari putaran mata sederhana. Dengan mata mereka yang benar-benar terputar, sebuah benjolan tulang rawan putih terlihat untuk melindungi organ visual mereka.
Gerakan pamer gigi tiu disebut 'palatoquadrate protrusion', dan itu adalah hasil dari otot-otot menonjol yang membuat rahang hiu maju sementara kulit di sekitar mulut tertahan. Menjadi ikan bertulang rawan - maksudnya tak memiliki tulang - rahang hiu sebenarnya cukup fleksibel, dan otot-otot yang mengontrol itu sangatlah kuat.
Dalam posisi rahang normal, gigi hiu putih lebih tersembunyi, sehingga mereka tidak menciptakan hambatan saat berenang.

4. Mereka menyerang dari bawah

 Hiu putih adalah predator penyergap dan menggunakan teknik yang disebut serangan 'Polaris', yang melibatkan kelihaian dan kekuatan.
Mereka mondar-mandir di bawah permukaan laut, mencari mangsa di atas. Menggunakan ekornya yang sangat kuat untuk memacu kecepatan, hiu putih akan menyasar dan menggigit mangsanya sambil membanting mereka dan keluar dari laut.
Kehilangan banyak darah dari gigitan itu berarti luka awalnya seringkali fatal, itu memungkinkan hiu untuk membatasi risiko cedera mata dari pertarungan yang berkepanjangan.

5. Gigi hiu putih tak bisa diganti
 Mereka menghasilkan ribuan gigi selama masa hidup mereka, tetapi pada satu waktu hiu putih hanya memiliki sekitar 70-80 gigi fungsional. Sebagian besar berada di satu baris, dengan beberapa lipat di tengah-tengah rahang bawah.
Gigi tersebut tergantikan ketika hilang, tapi mereka tak tumbuh di tempat yang sama. Dibutuhkan beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk mengganti gigi dewasa dengan satu gigi masih berkembang dalam rahang.
Gigi rusak adalah berita buruk bagi predator.

6. Hidung hiu putih mendeteksi medan elektrik
Hiu putih tak hanya mengandalkan penglihatan mereka untuk melacak mangsa. Seperti halnya semua hiu, mereka memiliki pori-pori reseptor khusus di bawah hidung mereka (disebut 'ampullae of lorenzini') yang mendeteksi medan listrik sangat kecil, yang melingkupi semua makhluk hidup.
Sistem sensorik tambahan ini tak hanya membuat mereka mampu mengikuti mangsa dalam gelap dan dengan kecepatan tinggi. Sistem ini juga sangat peka, sehinggan banyak hiu dan pari menggunakannya untuk navigasi selama migrasi besar, dengan memasuki medan magnet Bumi.
7. Hiu putih melahirkan supaya tetap awet muda
  Sangat sedikit yang diketahui tentang reproduksi hiu putih. Mereka hidup selama sekitar 70 tahun, dan hiu betina mencapai kematangan seksual beberapa tahun setelah hiu jantan, sekitar usia 15 tahun - hingga paling lambat 30 tahun.
Setelah kawin, hiu putih betina bertelur di dalam tubuhnya dan telur-telur itu berkembang dan menetas dalam rahim. Bayi hiu pertama yang menetas dengan baik bisa lanjut untuk makan telur tak subur manapun, proses yang dikenal sebagai 'oophagy'.
Setelah sekitar satu tahun kehamilan, antara 2-10 bayi hiu yang telah sepenuhnya berkembang, lahir. Dan mereka memiliki panjang sekitar 1,2-1,5 meter!
8. Kita tahu sangat sedikit soal hiu putih
Reproduksi bukanlah satu-satunya fitur hiu putih yang tak cukup kita ketahui - mereka sangat sulit untuk dipelajari, dan bukan hanya karena mereka karnivora laut yang besar.
Hiu putih berada di puncak rantai makanan laut sehingga mereka pasti akan langka, yang membuat proses menghitung jumlah mereka dan mendapatkan data yang berarti, sangatlah rumit.
Alat lacak satelit telah membuat para ilmuwan Australia menemukan perjalanan yang sangat mengesankan dari sekitar 50 hiu putih.
Hiu dewasa dalam populasi ini berkeliaran di laut menggunakan koridor umum - seperti jalan raya hiu, berhenti di tempat favorit di sepanjang jalan. Penelitian genetik telah menunjukkan bahwa ada dua populasi hiu putih Australia yang berbeda - timur dan barat, kira-kira dipisahkan oleh Selat Bass.
Alat pelacakan juga telah menunjuk dua pembibitan di wilayah timur di mana hiu putih remaja sepanjang 2,6 meter berkumpul selama musim semi dan musim panas, satu di lepas pantai Pelabuhan Stephens, New South Wales, dan satu lagi di lepas pantai 'Wilsons Promontory', Victoria.
Peneliti Australia telah menggunakan alat lacak satelit untuk menemukan sekitar 50 hiu putih. (Foto: CSIRO)

Penelitian seperti ini memberi kita gagasan yang lebih baik tentang populasi hiu yang ada, perilaku mereka, serta dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan dan perubahan yang kita lakukan terhadap mereka.
Predator kelas atas yang tumbuh secara lambat dan bereproduksi dengan rendah, seperti hiu putih, akan selalu rentan dalam hal tingkat populasi. Belajar lebih banyak tentang mereka tak hanya akan membantu kita membuat keputusan manajemen yang lebih tepat, tetapi juga akan memperjelas peran penting predator kelas atas ini dalam menjaga ekosistem laut.
Ini semua berkat pakar hiu putih, Andrew Fox dan Dr Rachel Robbins, dari Yayasan Penelitian Hiu 'Fox'.
(

Tuesday, April 17, 2018

Burung Dilindungi di Indonesia

Dilindungi Pemerintah:

Daftar Burung Dilindungi di Indonesia:





NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
1
Accipiter badius
Elang-alap Shikra
2
Accipiter buergersi
Elang-alap Bahu-coklat
3
Accipiter cirrhocephalus
Elang-alap Kalung
4
Accipiter doriae
Elang-alap Doria
5
Accipiter erythrauchen
Elang-alap Maluku
6
Accipiter fasciatus
Elang-alap Coklat
7
Accipiter griseiceps
Elang-alap Kepala-kelabu
8
Accipiter gularis
Elang-alap Nipon
9
Accipiter henicogrammus
Elang-alap Halmahera
10
Accipiter melanochlamys
Elang-alap Mantel-hitam
11
Accipiter meyerianus
Elang-alap Meyer
12
Accipiter nanus
Elang-alap Kecil
13
Accipiter novaehollandiae
Elang-alap Kelabu
14
Accipiter poliocephalus
Elang-alap Pucat-sosonokan
15
Accipiter rhodogaster
Elang-alap Dada-merah
16
Accipiter soloensis
Elang-alap Cina
17
Accipiter trinotatus
Elang-alap Ekor-totol
18
Accipiter trivirgatus
Elang-alap Jambul
19
Accipiter virgatus
Elang-alap Besra
20
Aceros cassidix
Julang Sulawesi
21
Aceros comatus
Enggang Jambul
22
Aceros corrugates
Julang Jambul Hitam
23
Aceros everetti
Julang Sumba
24
Aceros plicatus
Julang Irian
25
Aceros undulatus
Julang Emas



NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
26
Actenoides concretus
Cekakak Hutan Melayu
27
Actenoides monachus
Cekakak Hutan Tunggir Hijau
28
Actenoides princeps
Cekakak Hutan Dada Sisik
29
Aepypodius arfakianus
Maleo Gunung
30
Aepypodius bruijnii
Maleo Waigeo
31
Aethopyga duyvenbodei
32
Aethopyga eximia
Burung madu gunung
33
Aethopyga mystacalis
Burung Madu Jawa
34
Aethopyga siparaja
Burung Madu Sepah Raja
35
Aethopyga temminckii
Burung Madu Ekor Merah
36
Ailuroedus buccoides
Burung-Kucing Kuping Putih
37
Ailuroedus melanotis
Burung Kucing Tutul
38
Alcedo atthis
Raja Udang Erasia
39
Alcedo azurea
Raja Udang Biru Langit
40
Alcedo coerulescens
Raja Udang Biru Langit
41
Alcedo euryzona
Raja Udang Kalung Biru
42
Alcedo meninting
Raja Udang Meninting
43
Alcedo pusilla
Raja Udang Kecil
44
Alcippe pyrrhoptera
Brencet wergan
45
Amblyornis flavifrons
Namdur-Dahi Emas
46
Amblyornis inornatus
Namdur Polos
47
Amblyornis macgregoriae
Namdur Jambul Emas
48
Anhinga melanogaster
Pecuk ular
49
Anorrhinus galeritus
Enggang Klihingan
50
Anous minutus
Camar Angguk Hitam
51
Anous stolidus
Camar Angguk Coklat
52
Anthracoceros albirostris
Kangkareng Perut Putih
53
Anthracoceros malayanus
Kangkareng Hitam
54
Anthreptes malacensis
Burung Madu Kelapa
55
Anthreptes rhodolaema
Burung Madu Leher Merah
56
Anthreptes simplex
Burung Madu Polos
57
Anthreptes singalensis
Burung Madu Belukar
58
Apalharpactes mackloti
Luntur Sumatera, Luntur Gunung
59
Apalharpactes reinwardtii
Luntur Jawa, Luntur Gunung
60
Aquila audax
Rajawali Ekor-baji
61
Aquila clanga
Rajawali Totol
62
Aquila gurneyi
Rajawali Kuskus
63
Arachnothera affinis
Pijantung Gunung
64
Arachnothera chrysogenys
Pijantung Telinga Kuning
65
Arachnothera crassirostris
Pijantung Kampung
66
Arachnothera everetti
Pijantung Kalimantan
67
Arachnothera flavigaster
Pijantung Tasmak
68
Arachnothera juliae
Pijantung Kepala Putih
69
Arachnothera longirostra
Pijantung Kecil
70
Arachnothera robusta
Pijantung Besar
71
Aramidopsis plateni
Mandar Sulawesi
72
Archboldia papuensis
Namdur Archbold
73
Ardea picata
Kuntul Belang
74
Argusianus argus
Kuau Besar, Kuau Raja
75
Astrapia nigra
Astrapia arfak





NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
76
Astrapia splendidissima
Astrapia cemerlang
77
Aviceda jerdoni
Baza Jerdon
78
Aviceda leuphotes
Baza Hitam
79
Aviceda subcristata
Baza Pasifik
80
Bubulcus ibis
Kuntul, Kuntul kerbau, Bangau putih
81
Buceros bicornis
Rangkong Papan
82
Buceros rhinoceros
Rangkong Badak
83
Butastur indicus
Elang Kelabu
84
Butastur liventer
Elang Sayap-coklat
85
Buteo buteo
Elang Buteo
86
Cacatua galerita
Kakatua putih besar jambul kuning
87
Cacatua goffini
Kakatua gofin
88
Cacatua moluccensis
Kakatua Seram
89
Cacatua sulphurea
90
Cairina scutulata
Itik liar, Mentok Rimba
91
Caloenas nicobarica
Junai Emas, Burung mas, Minata
92
Caridonax fulgidus
Cekakak Tunggir Putih
93
Casmerodius albus
Kuntul Besar
94
Casuarius bennetti
Kasuari kecil
95
Casuarius casuarius
96
Casuarius unappenddiculatus
Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
97
Ceyx erithacus
Udang Merah Api
98
Ceyx fallax
Udang Merah Sulawesi
99
Ceyx lepidus
Udang Merah Kerdil
100
Ceyx rufidorsa
Udang Punggung Merah
101
Chalamydera cerviniventris
Namdur Coklat
102
Chlamydera lauterbachi
Namdur Dada-Kuning
103
Chlidonias hybrida
Dara Laut Kumis
104
Chlidonias leucopterus
Dara Laut Sayap Putih
105
Cicinnurus magnificus
Cendrawasih belah rotan
106
Cicinnurus regius
Cendrawasih raja
107
Cicinnurus respublica
Cendrawasih botak
108
Ciconia episcopus
Bangau hitam, Sandanglawe
109
Circaetus gallicus
Elang Ular Jari-pendek
110
Circus aeruginosus
Elang Rawa Katak
111
Circus approximans
Elang Rawa Coklat
112
Circus assimilis
Elang Rawa Tutul
113
Circus melanoleucos
Elang Rawa Tangling
114
Circus spilonotus
Elang Rawa Timur
115
Cittura cyanotis
Raja Udang Pipi Ungu
116
Clytoceyx rex
Raja Udang Paruh Sekop
117
Cnemophilus loriae
Cendrawasih Loria
118
Colluricincla megarhyncha
Burung sohabe coklat
119
Colluricincla sanghirensis
Sohabe coklat
120
Conopophila albogularis
Penghisap-Madu Kalung-Coklat
121
Crocias albonotatus
Burung matahari
122
Cyornis ruckii
Burung kipas biru, Sikatan Aceh
123
Dacelo gaudichaud
Kukabura Perut Merah
124
Dacelo leachii
Kukabura Sayap-Biru
125
Dacelo tyro
Kukabura Aru





NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
126
Ducula whartoni
Pergam raja
127
Eclectus roratus
Nuri Bayan
128
Egretta eulophotes
Kuntul cina
129
Egretta garzetta
Kuntul kecil
130
Egretta novaehollandiae
Cangak Australia
131
Egretta sacra
Kuntul karang
132
Elanus caeruleus
Elang Tikus
133
Eos histrio
Nuri Sangir
134
Epimachus albertisi
Paruh-sabit ekor-kuning
135
Epimachus bruijnii
Paruh-sabit-ekor-putih
136
Epimachus fastuosus
Paruh-sabit-kurikuri
137
Epimachus meyeri
Paruh-sabit coklat
138
Esacus magnirostris
Wili-wili, Uar, Bebek laut
139
Eulipoa wallacei
Gosong Maluku
140
Eutrichomyias rowleyi
141
Falco berigora
Alap-alap Coklat
142
Falco cenchroides
Alap-alap layang
143
Falco longipennis
Alap-alap Australia
144
Falco moluccensis
Alap-alap sapi
145
Falco peregrinus
Alap-alap kawah
146
Falco severus
Alap-alap macan
147
Falco subbuteo
Alap-alap walet
148
Falco tinnunculus
Alap-alap Erasia
149
Fregata andrewsi
Burung gunting, Bintayung
150
Garrulax rufifrons
Burung kuda
151
Glycichaera fallax
Penghisap-Madu Palsu
152
Goura cristata
153
Goura scheepmakeri
Mambruk selatan
154
Goura victoria
Mambruk victoria
155
Gracula religiosa
Beo Flores, Beo Nias, Beo Sumbawa
156
Grus rubicunda
Janjang Brolga
157
Gygis alba
Dara Laut Putih
158
Halcyon coromanda
Cekakak Merah
159
Halcyon cyanoventris
Cekakak Jawa
160
Halcyon pileata
Cekakak Cina
161
Halcyon smyrnensis
Cekakak Belukar
162
Haliaeetus leucogaster
Elang Laut Perut-putih
163
Haliastur indus
164
Haliastur sphenurus
Elang Siul
165
Harpactes diardii
Luntur Diard
166
Harpactes duvaucelii
Luntur Putri
167
Harpactes erythrocephalus
Luntur Kepala Merah
168
Harpactes kasumba
Luntur Kasumba
169
Harpactes oreskios
Luntur Harimau
170
Harpactes orrhophaeus
Luntur-Tunggir Coklat
171
Harpactes whiteheadi
Luntur Kepala Putih
172
Harpyopsis novaeguineae
Rajawali Papua
173
Henicopernis longicauda
Elang Ekor-panjang
174
Hieraaetus fasciatus
Elang Bonelli
175
Hieraaetus kienerii
Elang Perut-karat






NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
176
Hieraaetus morphnoides
Elang Kecil
177
Hieraaetus pennatus
Elang Setiwel
178
Himantopus himantopus
Trulek lidi, Lilimo
179
Hypogramma hypogrammicum
Burung Madu Rimba
180
Ichthyophaga humilis
Elang Ikan Kecil
181
Ichthyophaga ichthyaetus
Elang Ikan Kepala-kelabu
182
Ictinaetus malayensis
Elang Hitam
183
Lacedo pulchella
Cekakak Batu
184
Leptoptilos javanicus
Marabu, Bangau tongtong
185
Leucopsar rothschildi
186
Lichenostomus obscurus
Penghisap Madu Daun
187
Lichenostomus subfrenatus
Penghisap-Madu leher Hitam
188
Lichenostomus versicolor
Penghisap-Madu kepodang
189
Lichmera alboauricularis
Penghisap-Madu Anis
190
Lichmera argentauris
Penghisap-Madu Zaitun
191
Lichmera deningeri
Penghisap-Madu Buru
192
Lichmera flavicans
Penghisap-Madu Timor
193
Lichmera indistinct
Penghisap-Madu Australia
194
Lichmera limbata
Burung sesap pengisap madu
195
Lichmera lombokia
Penghisap-Madu Topi Sisik
196
Lichmera monticola
Penghisap-Madu Seram
197
Lichmera notabilis
Penghisap-Madu Wetar
198
Lichmera squamata
Penghisap-Madu Babar
199
Limnodromus semipalmatus
Blekek Asia
200
Loboparadisea sericea
Cenderawasih Sutera
201
Lophorina superba
Cenderawasih Kerah
202
Lophozosterops javanicus
Burung kacamata leher abu-abu
203
Lophura bulweri
Beleang ekor putih
204
Loriculus catamene
Serindit Sangihe
205
Loriculus exilis
Serindit Sulawesi
206
Lorius domicellus
Nori merah kepala hitam
207
Lorius lory
Nuri kepala hitam
208
Lorius roratus
Bayan
209
Lycocorax pyrrhopterus
Cendrawasih gagak
210
Macgregoria pulchra
Penghisap-madu elok
211
Macheiramphus alcinus
Elang Kelelawar
212
Macrocephalon maleo
213
Manucodia atra
Manukodia Kilap
214
Manucodia chalybata
Manukodia leher-keriting
215
Manucodia jobiensis
Manukodia Jobi
216
Manucodia keraudrenii
Manukodia trompet
217
Megalaima armillaris
Cangcarang
218
Megalaima corvina
Haruku, Ketuk-ketuk
219
Megalaima javensis
Tulung tumpuk, Bultok Jawa
220
Megapodius affinis
Gosong Kelam
221
Megapodius bernsteinii
Burung Gosong
222
Megapodius cumingii
Gosong
223
Megapodius freycinet
Gosong Kelam
224
Megapodius geelvinkianus
Gosong Biak
225
Megapodius reintwardtii
Burung gosong







NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
226
Megapodius reinwardt
Gosong kaki merah
227
Megapodius tenimberensis
Gosong Tanimbar
228
Melidectes belfordi
Melidektes Belford
229
Melidectes fuscus
Penghisap-madu Jelaga
230
Melidectes leucostephes
Melidektes Vogelkop
231
Melidectes nouhuysi
Penghisap-Madu Jenggot Pendek
232
Melidectes ochromelas
Melidektes Alis Coklat
233
Melidectes rufocrissalis
Melidektes Alis Kuning
234
Melidectes torquatus
Melidektes Elok
235
Melidora macrorrhina
Raja Udang Paruh Kait
236
Meliletes megarhynchus
Long-billed Honeyeater
237
Meliphaga albonotata
Meliphga Semak
238
Meliphaga analoga
Meliphaga Analoga
239
Meliphaga aruensis
Meliphaga Aru
240
Meliphaga flavirictus
Meliphaga Paruh Kuning
241
Meliphaga gracilis
Meliphaga Anggun
242
Meliphaga mimikae
Meliphaga Mimika
243
Meliphaga montana
Meliphaga Rimba
244
Meliphaga orientalis
Melipgaha Gunung
245
Meliphaga reticulata
Meliphaga Dada lurik
246
Melipotes fumigates
Melipotes Pipi Kuning
247
Melipotes gymnops
Melipotes Arfak
248
Melithreptus albogularis
Penghisap-Madu Leher Putih
249
Melitograis gilolensis
Cikukua Halmahera
250
Mesophoyx intermedia
Kuntul Perak
251
Microhierax fringillarius
Alap-alap capung
252
Milvus migrans
Elang Paria
253
Musciscapa ruecki
Burung kipas biru
254
Mycteria cinerea
Bluwok, Walangkadak
255
Mycteria leucocephala
Bluwok berwarna
256
Myza celebensis
Cikarak Sulawesi
257
Myza sarasinorum
Cikarak Telinga Putih
258
Myzomela adolphinae
Myzomela Gunung
259
Myzomela blasii
Myzomela Seram
260
Myzomela boiei
Myzomela Banda
261
Myzomela chloptera
Myzomela Sulawesi
262
Myzomela cruentata
Myzomela Merah
263
Myzomela dammermani
Myzomela Sumba
264
Myzomela eques
Myzomela Leher Merah
265
Myzomela erythrocephala
Myzomela Kepala Merah
266
Myzomela kuehni
Myzomela Wetar
267
Myzomela nigrita
Myzomela Hitam
268
Myzomela obscura
Myzomela Remang
269
Myzomela rosenbergii
Myzomela Hitam-Merah
270
Myzomela vulnerata
Myzomela Timor
271
Myzomela wakoloensis
Myzomela Wakolo
272
Nectarinia aspasia
Burung Madu, Jantingan, Klaces
273
Nectarinia buettikoferi
Burung Madu Sumba
274
Nectarinia calcostetha
Burung Madu Bakau
275
Nectarinia jugularis
Burung Madu Sriganti





NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
276
Nectarinia solaris
Burung Madu Matari
277
Nectarinia sperata
Burung Madu Pengantin
278
Nisaetus alboniger
Elang Gunung
279
Nisaetus bartelsi
280
Nisaetus cirrhatus
281
Nisaetus floris
282
Nisaetus lanceolatus
Elang Sulawesi
283
Nisaetus nanus
Elang Wallace
284
Numenius arquata
Gajahan Besar
285
Numenius madagascariensis
Gajahan Timur
286
Numenius minutes
Gagahan
287
Numenius phaeopus
Gajahan Pengala
288
Nycticorax caledonicus
Kowak merah
289
Oreornis chrysogenys
Penghisap-Madu Pipi Jingga
290
Otus beccarii
Burung hantu Biak
291
Pandion haliaetus
Elang Tiram
292
Papasula abbotti
Gangsa batu aboti
293
Paradigalla brevicauda
Paradigalla ibinimi
294
Paradigalla carunculata
Paradigalla ekor panjang
295
Paradisaea apoda
Cendrawasih besar
296
Paradisaea minor
Cendrawasih kecil
297
Paradisaea reggiana
298
Paradisaea rubra
Cendrawasih merah
299
Parotia carolae
Parotia carola
300
Parotia sefilata
Parotia arfak
301
Pavo muticus
302
Pelargopsis capensis
Pekaka Emas
303
Pelargopsis melanorhyncha
Pekaka Bua-bua
304
Pelecanus conspicillatus
Gangsa laut
305
Pelecanus onocrotalus
Udan Putih
306
Pelecanus philippensis
Udan Paruh Totol
307
Penelopides exarhatus
Kangkareng Sulawesi
308
Pernis celebensis
Sikepmadu Sulawesi
309
Pernis ptilorhynchus
Sikepmadu Asia
310
Philemon brassi
Cikukua Mamberano
311
Philemon buceroides
Cikukua Tanduk
312
Philemon citreogularis
Cikukua Kecil
313
Philemon corniculatus
Cikukua Lantang
314
Philemon fuscicapillus
Cikukua Hitam
315
Philemon inornatus
Cikuku Timor
316
Philemon meyeri
Cikukua Kerdil
317
Philemon moluccensis
Cikukua Maluku
318
Philemon novaeguineae
Cikukua Tanduk
319
Philemon subcorniculatus
Cikukua Seram
320
Pitta arquata
Paok Kalung Biru
321
Pitta baudii
Paok Kepala Biru
322
Pitta caerulea
Paok Sintau
323
Pitta dohertyi
Paok Sula
324
Pitta elegans
Paok La’us
325
Pitta erythrogaster
Burung Paok, Burung Cacing





NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
326
Pitta granatina
Paok Delima
327
Pitta guajana
Paok Pancawarna
328
Pitta irena
Paok Malaya
329
Pitta maxima
Paok Halmahera
330
Pitta megarhyncha
Paok Bakau
331
Pitta moluccensis
Paok Hujan
332
Pitta nympha
Paok Bidadari
333
Pitta schneideri
Paok Schneider
334
Pitta schwaneri
Paok Borneo
335
Pitta sordida
Paok Hijau
336
Pitta venusta
Paok Topi Hitam
337
Pitta versicolor
Paok Lantang
338
Plegadis falcinellus
Ibis hitam, Roko-roko
339
Polyplectron chalcurum
Kuau Kerdil Sumatera
340
Polyplectron malacense
Merak kerdil
341
Polyplectron schleiermacheri
Kuau-kerdil Kalimantan
342
Probosciger aterrimus
Kakatua raja, Kakatua hitam
343
Psaltria exilis
Glatik kecil, Cerecet Jawa
344
Pseudibis davisoni
Ibis hitam punggung putih
345
Psittrichas fulgidus
Kasturi raja, Betet besar
346
Pteridophora alberti
Cendrawasih panji
347
Ptiloprora erythropleura
Penghisap-Madu Panggul Merah
348
Ptiloprora mayri
Penghisap- Madu Punggung Merah
349
Ptiloprora meekiana
Penghisap Madu Kuning
350
Ptiloprora perstriata
Penghisap-Madu Tunggir Hitam
351
Ptiloprora plumbea
Penghisap-Madu Kelam
352
Ptiloris magnificus
Toowa cemerlang
353
Pycnopygius cinereus
Penghisap-Madu Pualam
354
Pycnopygius ixoides
Penghisap-Madu Polos
355
Pycnopygius stictocephalus
Penghisap-Madu Kepala Coreng
356
Ramsayornis modestus
Penghisap-Madu Punggung-Coklat
357
Rhinoplax vigil
Rangkong gading
358
Rhipidura euryura
Burung kipas perut putih, Kipas gunung
359
Rhipidura javanica
Burung kipas
360
Rhipidura phoenicura
Burung kipas ekor merah
361
Seleucidis melanoleuca
Cendrawasih mati-kawat
362
Semioptera wallacei
363
Sericulus aureus
Namdur Api
364
Spilornis cheela
Elang Ular Bido
365
Spilornis kinabaluensis
Elang Ular Kinabalu
366
Spilornis rufipectus
Elang Ular Sulawesi
367
Stachyris grammiceps
Burung tepus dada putih
368
Stachyris melanothorax
Burung tepus pipi perak
369
Sterna albifrons
Dara Laut Kecil
370
Sterna aleutica
Dara Laut Aleutian
371
Sterna anaethetus
Dara Laut Batu
372
Sterna bengalensis
Dara Laut Benggala
373
Sterna bergii
Dara laut berjambul
374
Sterna bernsteini
Dara Laut Cina
375
Sterna caspia
Dara Laut Kaspia




NO
NAMA LATIN / ILMIAH
NAMA INDONESIA
376
Sterna dougallii
Dara Laut Jambon
377
Sterna fuscata
Dara Laut Sayap Hitam
378
Sterna hirundo
Burung dara laut
379
Sterna lunata
Dara Laut Fiji
380
Sterna nilotica
Dara Laut Tiram
381
Sterna sumatrana
Dara laut sumatera, Dara laut leher hitam
382
Sturnus melanopterus
Jalak putih, Kaleng putih
383
Sula dactylatra
Gangsa batu muka biru
384
Sula leucogaster
Gangsa batu
385
Sula sula
Gangsa batu kaki merah
386
Syma megarhyncha
Cekakak Gunung
387
Syma torotoro
Cekakak Torotoro
388
Talegalla cuvieri
Maleo Kamur
389
Talegalla fuscirostris
Maleo Paruh Hitam
390
Talegalla jobiensis
Maleo Kerah Coklat
391
Tanygnathus sumatranus
Nuri Sulawesi
392
Tanysiptera carolinae
Cekakak Pita Numfor
393
Tanysiptera ellioti
Cekakak Pita Biasa
394
Tanysiptera galatea
Cekakak Pita Biasa
395
Tanysiptera hydrocharis
Cekakak-Pita Dada-Jingga
396
Tanysiptera nympha
Cekakak-Pita Bidadari
397
Tanysiptera riedelii
Cekakak Pita Biasa
398
Tanysiptera sylvia
Cekakak-Pitta Dada-Jingga
399
Thalasseus bernsteini
Dara laut berjambul
400
Threskiornis aethiopicus
Ibis putih, Platuk besi
401
Timeliopsis fulvigula
Olive Straightbill
402
Timeliopsis griseigula
Tawny Straightbill
403
Todiramphus australasia
Cekakak Kalung Coklat
404
Todiramphus chloris
Cekakak Sungai
405
Todiramphus diops
Cekakak Biru-Putih
406
Todiramphus enigma
Cekakak Talaud
407
Todiramphus funebris
Cekakak Murung
408
Todiramphus lazuli
Cekakak Lazuli
409
Todiramphus macleayii
Cekakak Rimba
410
Todiramphus nigrocyanea
Cekakak Biru-Hitam
411
Todiramphus sancta
Cekakak Suci
412
Todiramphus saurophaga
Cekakak Pantai
413
Trichoglossus ornatus
Kasturi Sulawesi
414
Tringa guttifer
Trinil tutul
415
Vanellus macropterus
Trulek ekor putih, Trulek Jawa
416
Xanthotis flaviventer
Penghisap-Madu Dada Coklat
417
Xanthotis polygramma
Penghisap-Madu Tutul.

















Sumber: http://dlh.grobogan.go.id/)