Sunday, October 21, 2018

Mastodon


Mastodon





Klasifikasi ilmiah

Kingdom:  Animalia
Filum:        Chordata
Kelas:         Mammalia
Ordo:         Proboscidea
Famili:       †Mammutidae
Genus:       †Mammut
Species:

Mammut americanum
Mammut cosoensis
Mammut furlongi
Mammut matthewi
Mammut pentilicus
Mammut raki
Mammut spenceri



Mastodon  adalah spesies mamalia bergading besar dari genus Mammut yang ditemukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Tengah. Mastodon Amerika adalah spesies yang terkini dan paling terkenal dari kelompok ini. Yang membingungkan, beberapa genera proboscid yang tergolong familia gomphothere memiliki nama yang agak mirip (contohnya Stegomastodon) namun mereka sebenarnya lebih berkerabat dekat dengan gajah dibanding para mastodon.



Genus ini diangkat sebagai nama yang tergolong familia Mammutidae, termasuk dalam ordo Proboscidea. Fisik mereka tidak jauh berbeda dengan famili Elephantidae, termasuk mamut (mammoth) tetapi, mastodon memakan dedaunan dan dahan pohon sedangkan mamut adalah pemakan rumput.




Sejarah dan distribusi
Mastodon muncul pertama kali pada 40 juta tahun silam; fosil tertuanya (Mastodon sp.) ditemukan di Republik Demokrasi Kongo. Fosil-fosilnya juga ditemukan di Bolivia, Inggris, Jerman, Belanda, Amerika Utara, Romania dan Yunani Utara.

Deskripsi

 Mastodon memiliki ukuran dan penampilan yang mirip dengan gajah dan mamut, mereka tidak benar-benar berkerabat dekat. Gigi mereka berbeda jauh dibandingkan dengan gigi para keluarga gajah; mereka memiliki ujung lancip berbentuk kerucut pada mahkota gigi gerahamnya, yang lebih cocok untuk mengunyah dedaunan ketimbang gigi bermahkota tinggi milik mamut yang berguna untuk memakan rumput; nama mastodon (atau mastodont) berarti "gigi puting" dan nama ini juga digunakan pada genus mereka.Tengkorak mereka  lebih besar dan datar dibanding kebanyakan mamut, dan kerangkanya lebih kekar.




 
Owosso Mastodon

Thursday, July 12, 2018

Burung Tempua

Burung Tempua/Manyar

Burung Tempua atau burung Manyar ( Inggris: Weaver) adalah salah satu hewan yang terdapat di Indonesia, Asia dan di Sub Sahara, Afrika.

Ciri-ciri:


Kebanyakan burung jantan dalam spesies ini berwarna terang, biasanya merah, kuning ataupun hitam.
Burung Tempua merupakan  hewan yang tergolong dalam golongan benda hidup, alam hewan, bertulang belakang (vertebrat), kelas Burung.   Sebagai burung, Burung Tempua membiak dengan cara bertelur. Telur yang dihasilkan mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya.
Sifat:

Burung Tempua dikenali  kelebihannya yang dapat membuat sarang yang besar yang dijalin dari rerumputan dengan pelbagai bentuk tergantung pada spesiesnya. Burung Burung Tempua mempunyai keupayaan yang khas untuk menganyam sarangnya. Sarangnya mempunyai struktur besar yang dapat dimasuki, dianyam dari rumput dan ranting yang tergantung pada dahan pohon dan mempunyai  jalan masuk yang menjulur. Sarang yang dibuat dari helaian halus rumput yang dianyam dengan rapi membentuk struktur seperti kerucut  yang bergantung pada dahan pohon.
Sarang  Burung Tempua jantan berbeda dari segi  buatannya, bentuk, struktur, dan ukurannya. Sarang Burung Tempua jantan mempunyai tempat berdiri baginya menunjuk-nunjukkan dirinya, sementara sarang Burung Tempua betina mempunyai bagian bawah yang melengkung untuk menyimpan telur. Sarang Burung Tempua Kerbau (buffalo-weavers), bagaimanapun, membuat sarang besar yang tidak di kemas dalam koloni mereka, yang  mempunyai beberapa sarang bulat yang dianyam didalamnya.
Burung Tempua merupakan burung yang hidup berkawan dan sering membiak dalam koloni. Ia kadang kala menyebabkan kerusakan tanaman.


 Burung Tempua merupakan hewan yang dilindungi dan memerlukan izin untuk memburunya.

Keluarga: Ploceidae
•        Burung Tempua Kerbau Paruh Putih (White-billed Buffalo-weaver]]), Bubalornis albirostris
•        Burung Tempua Kerbau Paruh Merah (Red-billed Buffalo-weaver)), Bubalornis niger
•        Burung Tempua Kerbau Kepala Putih (White-headed Buffalo-weaver)), Dinemellia dinemelli
•        Burung Tempua Tompok Hadapan (Speckle-fronted Weaver), Sporopipes frontalis
•        Burung Tempua Sisik (Scaly Weaver), Sporopipes squamifrons
•        Burung Tempua Kening Putih (White-browed Sparrow-weaver), Plocepasser mahali
•        Burung Tempua Jambul Perang (Chestnut-crowned Sparrow-weaver), Plocepasser superciliosus
•        Burung Tempua (Chestnut-backed Sparrow-weaver), Plocepasser rufoscapulatus
•        Burung Tempua Lelayang Donaldson-Smith (Donaldson-Smith's Sparrow-weaver), Plocepasser donaldsoni
•        Burung Tempua Ekor Rufous (Rufous-tailed Weaver), Histurgops ruficauda
•        Burung Tempua Kepala Kelabu (Grey-headed Social-weaver), Pseudonigrita arnaudi
•        Burung Tempua Topi Hitam (Black-capped Social-weaver), Pseudonigrita cabanisi
•        Burung Tempua Sosial (Social Weaver), Philetairus socius
•        Burung Tempua Bannerman (Bannerman's Weaver), Ploceus bannermani
•        Burung Tempua Bates (Bates' Weaver), Ploceus batesi
•        Burung Tempua Dagu Hitam (Black-chinned Weaver), Ploceus nigrimentum
•        Burung Tempua Baglafecht (Baglafecht Weaver), Ploceus baglafecht
•        Burung Tempua Bertrand (Bertrand's Weaver), Ploceus bertrandi
•        Burung Tempua Paruh Runcing (Slender-billed Weaver), Ploceus pelzelni
•        Burung Tempua Loango (Loango Weaver), Ploceus subpersonatus
•        Burung Tempua Kecil (Little Weaver), Ploceus luteolus
•        Burung Tempua Topeng Kecil (Lesser Masked-weaver), Ploceus intermedius
•        Burung Tempua Berkaca Mata (Spectacled Weaver), Ploceus ocularis
•        Burung Tempua Tengkuk Hitam (Black-necked Weaver), Ploceus nigricollis
•        Burung Tempua Paruh Hitam (Black-billed Weaver), Ploceus melanogaster
•        Burung Tempua Strange (Strange Weaver), Ploceus alienus
•        Burung Tempua Bocage(Bocage's Weaver), Ploceus temporalis
•        Burung Tempua Tanjung (Cape Weaver), Ploceus capensis
•        Burung Tempua Emas Afrika (African Golden-weaver), Ploceus subaureus
•        Burung Tempua Emas Holub (Holub's Golden-weaver), Ploceus xanthops
•        Burung Tempua Emas Principe (Principe Golden-weaver), Ploceus princeps
•        Burung Tempua Oren (Orange Weaver), Ploceus aurantius
•        Burung Tempua Emas Palma (Golden Palm Weaver), Ploceus bojeri
•        Burung Tempua Emas Taveta (Taveta Golden-weaver), Ploceus castaneiceps
•        Burung Tempua Leher Perang Selatan (Southern Brown-throated Weaver), Ploceus xanthopterus
•        Burung Tempua Leher Perang Utara (Northern Brown-throated Weaver), Ploceus castanops
•        Burung Tempua Kilombero (Kilombero Weaver), Ploceus burnieri
•        Burung Tempua Rueppell (Rueppell's Weaver), Ploceus galbula
•        Burung Tempua Heuglin (Heuglin's Masked-weaver), Ploceus heuglini
•        Burung Tempua Bertopeng Utara (Northern Masked-weaver), Ploceus taeniopterus
•        Burung Tempua Bertopeng Afrika (African Masked-weaver), Ploceus velatus
•        Burung Tempua Bertopeng Lufira (Lufira Masked-weaver), Ploceus reichardi
•        Burung Tempua Kampung (Village Weaver), Ploceus cucullatus
•        Burung Tempua Gergasi (Giant Weaver), Ploceus grandis
•        Burung Tempua Speke (Speke's Weaver), Ploceus spekei
•        Burung Tempua Rubah (Fox's Weaver), Ploceus spekeoides
•        Burung Tempua Vieillot (Vieillot's Weaver), Ploceus nigerrimus
•        Burung Tempua Weyns (Weyns' Weaver), Ploceus weynsi
•        Burung Tempua Clarke (Clarke's Weaver), Ploceus golandi
•        Burung Tempua Berkepala Hitam (Black-headed Weaver), Ploceus melanocephalus

•        Burung Tempua Salvadori (Salvadori's Weaver), Ploceus dichrocephalus
•        Burung Tempua (Golden-backed Weaver), Ploceus jacksoni
•        Burung Tempua Kulit Kayu Manis (Cinnamon Weaver), Ploceus badius
•        Burung Tempua Berangan (Chestnut Weaver), Ploceus rubiginosus
•        Burung Tempua Tengkuk Emas (Golden-naped Weaver), Ploceus aureonucha
•        Burung Tempua (Yellow-mantled Weaver), Ploceus tricolor
•        Burung Tempua Hitam Maxwell (Maxwell's Black Weaver), Ploceus albinucha
•        Burung Tempua Nelicourvi (Nelicourvi Weaver), Ploceus nelicourvi
•        Burung Tempua Sakalava (Sakalava Weaver), Ploceus sakalava
•        Burung Tempua Jalur (Streaked Weaver), Ploceus manyar
•        Burung Tempua Baya (Baya Weaver), Ploceus philippinus
•        Burung Tempua Emas Asia (Asian Golden Weaver), Ploceus hypoxanthus
•        Burung Tempua Kuning (Yellow Weaver), Ploceus megarhynchus
•        Burung Tempua Bengal (Bengal Weaver), Ploceus benghalensis
•        Burung Tempua Hutan (Forest Weaver), Ploceus bicolor
•        Burung Tempua Preuss (Preuss' Weaver), Ploceus preussi
•        Burung Tempua (Yellow-capped Weaver), Ploceus dorsomaculatus
•        Burung Tempua Usambara (Usambara Weaver), Ploceus nicolli
•        Burung Tempua (Olive-headed Weaver), Ploceus olivaceiceps
•        Burung Tempua (Brown-capped Weaver), Ploceus insignis
•        Burung Tempua (Bar-winged Weaver), Ploceus angolensis
•        Burung Tempua (Sao Tome Weaver), Ploceus sanctithomae
•        Burung Tempua (Compact Weaver), Pachyphantes superciliosus
•        Burung Tempua (Yellow-legged Malimbe), Malimbus flavipes
•        Burung Tempua (Red-crowned Malimbe), Malimbus coronatus
•        Burung Tempua (Black-throated Malimbe), Malimbus cassini
•        Burung Tempua (Ballmann's Malimbe), Malimbus ballmanni
•        Burung Tempua (Rachel's Malimbe), Malimbus racheliae
•        Burung Tempua (Red-vented Malimbe), Malimbus scutatus
•        Burung Tempua (Ibadan Malimbe), Malimbus ibadanensis
•        Burung Tempua (Red-bellied Malimbe), Malimbus erythrogaster
•        Burung Tempua (Gray's Malimbe), Malimbus nitens
•        Burung Tempua (Crested Malimbe), Malimbus malimbicus
•        Burung Tempua (Red-headed Malimbe), Malimbus rubricollis
•        Burung Tempua (Red-headed Weaver), Anaplectes rubriceps
•        Burung Tempua (Bob-tailed Weaver), Brachycope anomala
•        Burung Tempua (Cardinal Quelea), Quelea cardinalis
•        Burung Tempua (Red-headed Quelea), Quelea erythrops
•        Burung Tempua Quelea Paruh Merah (Red-billed Quelea), Quelea quelea
•        Burung Tempua (Red Fody), Foudia madagascariensis
•        Burung Tempua (Red-headed Fody), Foudia eminentissima
•        Burung Tempua (Forest Fody), Foudia omissa
•        Burung Tempua (Mauritius Fody), Foudia rubra
•        Burung Tempua (Seychelles Fody), Foudia sechellarum
•        Burung Tempua (Rodrigues Fody), Foudia flavicans
•        Burung Tempua (Yellow-crowned Bishop), Euplectes afer
•        Burung Tempua (Fire-fronted Bishop), Euplectes diadematus
•        Burung Tempua (Black Bishop), Euplectes gierowii
•        Burung Tempua (Black-winged Red Bishop), Euplectes hordeaceus
•        Burung Tempua (Orange Bishop), Euplectes franciscanus
•        Burung Tempua (Northern Red Bishop), Euplectes orix
•        Burung Tempua (Zanzibar Bishop), Euplectes nigroventris
•        Burung Tempua (Golden-backed Bishop), Euplectes aureus
•        Burung Tempua (Yellow Bishop), Euplectes capensis
•        Burung Tempua (Fan-tailed Widowbird), Euplectes axillaris
•        Burung Tempua (Yellow-shouldered Widowbird), Euplectes macrourus
•        Burung Tempua (White-winged Widowbird), Euplectes albonotatus
•        Burung Tempua (Red-collared Widowbird), Euplectes ardens
•        Burung Tempua (Marsh Widowbird), Euplectes hartlaubi
•        Burung Tempua (Buff-shouldered Widowbird), Euplectes psammocromius
•        Burung Tempua (Long-tailed Widowbird), Euplectes progne
•        Burung Tempua (Jackson's Widowbird), Euplectes jacksoni
•        Burung Tempua (Parasitic Weaver), Anomalospiza imberbis
•        Burung Tempua (Grosbeak Weaver Amblyospiza albifrons



Keunikan Burung Tempua dalam Membuat Sarang

Tempua membutuhkan waktu selama 7 sampai 14 hari untuk membuat satu sarang utuh.


Berbeda dengan burung lazimnya, tempua membuat sarang menggantung di bawah dahan.

Burung tempua merupakan spesies burung yang tersebar di banyak negara di dunia. Di Asia, burung yang masuk dalam kategori hewan yang dilindungi ini bisa dijumpai di hutan-hutan Indonesia dan Malaysia, bahkan sebagian besar spesies dari burung ini terdapat di Malaysia.

Burung tempua memiliki paruh tumpul dan merupakan pemakan aneka biji bijian. Walaupun memiliki bentuk fisik yang kecil, akan tetapi burung tempua adalah burung yang tangguh. Burung ini memiliki kemampuan terbang dengan jarak tempuh hingga 25 km dalam  satu jam.

Burung tempua selalu hidup berkelompok, hal ini dapat terlihat pada kebiasaan burung tempua yang membuat sarang berdekat-dekatan dalam satu pohon.

Burung ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, yaitu berkisar 10 cm dan memiliki warna bulu terang, seperti kuning, merah dan hitam. Selain cantik, burung tempua juga terkenal dengan keahliannya membuat sarang yang unik.

Berbeda dari kebanyakan burung pada umumnya yang membuat sarang diantara dahan-dahan pohon, sebaliknya, burung tempua membuat sarang menggantung di bawah dahan.

Burung tempua menganyam aneka rerumputan dan ilalang kering hingga membentuk sebuah sarang yang unik. Burung tempua membutuhkan waktu selama 7 sampai 14 hari untuk membuat satu sarang utuh.





Thursday, June 21, 2018

Perhatian: Tanaman-Tanaman ini berbahaya

Perhatian: Jangan Memelihara Tanaman Ini di Dalam Ruangan Anda




Di waktu malam mereka menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida yang dapat menyebabkan sakit kepala pada pagi hari, tanpa alasan yang jelas. Selain itu bau yang kuat dari bunga lili dapat menyebabkan insomnia. Kedua tanaman ini tidak harus disimpan di kamar tidur.Kita sering tidak menyadari bahaya dari tanaman-tanaman yang kita tanam untuk hiasan, selagi itu indah dipandang, kita pikir tak ada salahnya untuk dipelihara di dalam ruangan mau pun di pekarangan. Namun, sebenarnya ada beberapa tanaman yang biasanya diletakkan di dalam ruangan, berbahaya untuk kesehatan.
Ada beberapa tanaman indoor yang dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda dan yang harus disimpan di dalam rumah. Tapi ada tanaman indoor yang tidak diinginkan atau bahkan kadang-kadang berbahaya untuk disimpan di dalam ruangan.
Daun dan bagian lain dari tanaman ini sangat sering mengandung racun. Beberapa dari mereka memiliki aroma yang sangat intens atau zat biologis aktif, yang dapat menyebabkan sakit kepala pada orang hipersensitif, atau bahkan mendapat reaksi buruk seperti alergi dan mereka bahkan mungkin tidak menyadari bahwa penyebabnya adalah tanaman indoor (ruangan).
Tapi, untungnya tidak banyak tanaman yang seperti ini. Akan dijelaskan tanaman yang paling sering ditemukan di rumah kita.
Tanaman yang tidak dianjurkan untuk disimpan di dalam ruangan di apartemen atau rumah kita:

Tanaman yang paling berbahaya adalah: Azalea, Clivia, Euphorbia milii (Goods Thorn) Monstera, Browallia (Browallia L.) Gloriosa, Philodendron, Oleander, Croton dan Dieffenbachia.
Sayangnya, tanaman indoor ini pula yang paling banyak diminati orang, hingga sering kita temui sebagai pemanis ruangan. Ternyata mereka adalah ancaman nyata terutama bagi anak-anak kecil.
1. Gloriosa: cairan dari tanaman Gloriosa sangat berbahaya bagi anak-anak, karena jika masuk ke dalam tubuh anak (jika anak menggigit daun) akan merangsang rambut rontok dan merusak ginjal.

2. Clivia mengandung licorine yang dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kelumpuhan. Dalam dosis kecil menyebabkan muntah dan keracunan.

3. Azalea: Jika Anda sengaja makan daun dari Azalea indah, bersiaplah untuk mengalami kram perut berkepanjangan dan kejang epilepsi.

4. Dieffenbachia, pohon dalam ruangan yang sangat bagus, juga sangat berbahaya. Cairannya beracun dan dapat menyebabkan keracunan yang serius pada anak-anak.


5. Daun Philodendron mengandung asam beracun. Jika seorang anak terkena getahnya, itu seperti diracuni.


7. Croton: Jika cairan daun tanaman ini terkena pada kulit Anda, itu dapat menyebabkan luka bakar yang parah, dan jika terkontaminasi ke dalam darah Anda bisa berujung kematian.


1. Lilies dan pakis: 

2. Sedap malam


Sedap malam (Polianthes tuberosa) juga memancarkan partikel yang merangsang indera penciuman. Orang yang menderita hipertensi, penyakit jantung, beresiko jika mereka bernapas menyebabkan ketidaknyamanan, pusing dan depresi.








Bunga Sedap Malam

Bunga Sedap Malam


Bunga sedap malam merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dirawat di halaman rumah. Bunga sedap malam mempunyai nama ilmiah Polianthes tuberosa, sedangkan dalam bahasa Melayu disebut sundal malam. Tumbuhan dengan bunga cantik banyak dipergunakan untuk pembuatan parfum dengan mengambil minyak bunganya.

Tanaman sedap malam tidak berasal dari Indonesia melainkan dari Meksiko. Bunga yang kerap dipanggil dengan ratu malam ini bisa mekar pada malam hari. Selain itu, tanaman ini diberi nama sedap malam karena aroma wangi dan harum dari bunga ini lebih akan tercium pada malam hari.
Karena harum dari bunga sedap malam identik dengan sesuatu yang eksotis, manis, dan kompleks, banyak orang yang tertarik untuk menanamnya. Ada beberapa tahapan dalam kegiatan penanaman sekaligus perawatannya, berikut tanamtanaman.com bahas cara mananam dan merawat bunga sedap malam di dalam pot yang bisa dipelihara di sekitaran rumah Anda sebagai tanaman hias.

SYARAT TUMBUH Bunga SEDAP MALAM

Menanam tanaman sedap malam tidak sulit. Bunga sedap malam sebagai tanaman hias tidak terlalu manja terhadap tempat pertumbuhannya. Sedap malam bisa ditanam langsung pada media tanam tanah pada lahan atau menggunakan media tanam lain seperti pot atau polybag.
Bunga sedap malam merupakan tanaman yang bisa mengalami pertumbuhan baik dengan hasil bunga yang bagus apabila dibudidayakan di dataran rendah dengan rentang ketinggian antara 600 – 1.500 meter di atas permukaan laut. Jika penanamannya di dataran sedang, maka sedap malam akan menghasilkan bunga dengan tangkai panjang yang kurang kuat sehingga nilai estetikanya akan berkurang.
Tumbuhan hias yang mempunyai aroma khas pada bagian bunganya ini bisa tumbuh secara optimal jika ditanam di dataran rendah dengan suhu pH tanah 5 – 5,7. Apabila ternyata Anda tinggal di dataran tinggi, maka lebih baik pikirkan kembali untuk membudidayakan tanaman ini karena meski bisa tumbuh di daerah dataran tinggi, tampilan serta perkembangannya kurang baik.

PEMBIBITAN

Seperti kegiatan pembibitan beberapa jenis tanaman hias lain, bunga sedap malam juga memerlukan bibit yang harus dibiarkan dulu agar mudah bertunas. Carilah bibit sedap malam berupa umbi, tujuannya untuk memperbanyak tanaman sedap malam.
Pilih umbi dari tanaman yang sudah tua, setidaknya berusia 1,5 tahun dengan tinggi 1 – 2 cm. Setelah dapat umbinya, simpan selama satu bulan penuh agar nanti lebih cepat bertunas sehingga memperbesar kemungkinan tanaman tumbuh dengan sempurna saat ditanam.

PROSES PERSIAPAN MEDIA TANAM


Dikarenakan menanam bunga sedap malam yang kita bahas menggunakan media tampung berupa pot atau polybag, maka media tanam yang lebih ideal untuk mengisinya adalah campuran dari beberapa media tanam. Buatlah campuran media tanam dengan perbandingan 1:1:1 untuk tanah, arang sekam, dan pupuk kandang atau pupuk kompos.
Setelah media tanam tercampur dengan rata, berikutnya langsung Anda masukkan ke dalam pot atau polybag. Jangan lupa sebelumnya Anda gunakan pot atau polybag yang pada bagian bawahnya terdapat lubang-lubang kecil (drainase). Dengan demikian, maka risiko akar tanaman membusuk akibat penyiraman menjadi lebih kecil karena terdapat lubang drainase air di bawah media pertumbuhan.

PROSES PENANAMAN

Langkah terakhir adalah kegiatan penanaman. Proses menanam bunga sedap malam cukup mudah, Anda hanya perlu membuat lubang sedalam 5 cm pada media tanam yang sudah dimasukkan ke dalam pot. Setelah itu, masukkan umbi tanaman yang telah disimpan tadi ke dalam lubang, lalu tutup dengan tanah dan padatkan.
Ketika umbi sudah ditanam, langsung ambil air untuk menyiram tanaman tersebut. Lakukan penyiraman secara teratur agar umbi lebih cepat bertunas. Begitu sampai tahap ini, Anda hanya perlu melakukan perawatan untuk memperhatikan kelembaban lahan tanam agar tidak kering dan tidak terlalu basah.

MERAWAT BUNGA SEDAP MALAM

Untuk menumbuhkan bunga sedap malam agar tidak mudah layu dan juga awet, Anda perlu menerapkan cara merawat bunga sedap malam yang benar. Bunga sedap malam sama seperti tanaman lain yang memerlukan perawatan tertentu agar bisa tumbuh dengan maksimal.
Perawatan pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiram rutin tanaman di pagi dan sore hari sampai umbi mengeluarkan tunas. Apabila tumbuhan mulai tumbuh besar, dosis penyiraman bisa dikurangi menjadi satu hari sekali, terserah mau di pagi atau sore hari saja.
Pada saat memasuki usia 6 bulan, lakukan pemupukan tambahan agar pertumbuhannya terdukung dengan baik. Untuk membuat pupuk, Anda bisa menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Selain dengan pupuk kandang, Anda juga bisa memakai pupuk buatan sendiri dari campuran pupuk urea dan TSP dengan perbandingan 1:1.
Perawatan sedap malam selain melakukan penyiraman dan pemberian nutrisi adalah memberikan tanaman asupan sinar matahari yang cukup. Sinar matahari diperlukan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis atau pengolahan makanan. Dengan terpenuhinya semua kegiatan pemeliharaan, maka tanaman sedap malam Anda akan lebih cepat berbunga.

KHASIAT DAN MANFAAT BUNGA SEDAP MALAM

Setelah Anda menanam bunga sedap malam, maka sebaiknya Anda ketahui juga beberapa manfaat  bunga sedap malam.

Bisul dan Bengkak

Bagian akar bunga sedap malam bisa dipakai untuk memecahkan bisul serta mengurangi rasa sakit karena memar atau bengkak. Cara membuat ramuan pengobatannya ialah dengan mengambil akar sedap malam seperlunya, kemudian dicuci dengan air hingga bersih. Setelah bersih, tumbuk akar sampai halus lalu tempelkan pada area permukaan kulit yang terdapat bisul atau bengkak.

Katarak

Bagian kelopak bunga bisa dimanfaatkan oleh penderita katarak. Caranya, sediakan sekitar 50 kuntum bunga sedap malam, lalu rebus pada 1.500 cc air hingga mendidih. Diamkan hingga air dingin, setelah itu gunakan untuk mencuci mata.

Rematik

Meski bunga sedap malam digolongkan ke dalam tanaman hias, namun pada beberapa daerah banyak yang menjadikannya sebagai tanaman obat keluarga. Orang-orang memanfaatkan akar sedap malam untuk mengobati rematik. Caranya, sediakan 30 gram akar bunga sedap malam, gula merah, jahe merah sekitar 20 gram, dan 400 cc air. Rebus semua bahan, sampai mendidih, saring dan minum airnya dua kali sehari.

Radang Tenggorokan

Apabila Anda sedang tertimpa masalah radang tenggorokan, segera ambil akar sedap malam yang ada di halaman rumah Anda. Campurkan 20 gram akar sedap malam dengan 25 gram sambiloto segar ke dalam 600 cc air mineral. Rebus hingga air tersisa setengahnya, lalu saring dan minum ramuan herbal tersebut sehari dua kali masing-masing 150 cc.

Influenza

Di dalam bagian akar tanaman tersimpan banyak senyawa kimia yang memiliki fungsi pengobatan. Salah satunya untuk menyembuhkan influenza. Cara pemakaiannya, ambil sekitar 20 gram akar sedap malam, lalu siapkan juga 15 gram jahe dan 2 gram batang daun bawang putih. Rebus semua bahan tersebut pada 600 cc air hingga tersisa separuh, kemudian tunggu dingin dan minum sehari dua kali masing-masing dengan takaran yang sama.

Menambah Stamina

Bila aktivitas harian menguras banyak tenaga Anda, maka segara kembalikan dengan membuat ramuan penambah stamina dari bunga sedap malam. Cara membuatnya aalah dengan mencampurkan sedap malam dengan beberapa rempah. Siapkan 50 kuntum bunga sedap malam, 1 butir telur ayam, 100 gram udang, 50 gram kacang kapri, jahe dan bawang putih secukupnya. Tumis semua bahan tersebut dengan minyak goreng tanpa kolesterol dan maizena encer, masak hingga matang.

Campuran Parfum

Selain mempunyai manfaat kesehatan, ternyata sedap malam juga bisa membuat seseorang lebih percaya diri karena mempunyai aroma pakaian yang wangi. Benar sekali, sedap malam telah lama dipakai oleh suku Asmat untuk membuat minyak wewangian. Hingga kini, banyak sekali pembuat produk wewangian yang menggunakan campuran bahan yang salah satunya adalah bunga sedap malam.
Begitulah cara menanam bunga sedap malam, cara merawat beserta manfaat atau kemampuan dari bunga sedap malam. Pastikan Anda selalu memperhatikan pertumbuhan dan kondisi tanaman agar tidak layu dan senantiasa menjaga rumah Anda tetap asri dan wangi.

Wednesday, June 20, 2018

Bunga Bangkai

Bunga Bangkai

TITAN ARUM (AMORPHOPHALLUS TITANUM)


Genus    : Amorphophallus
Famili    : Araceae (talas-talasan)
Habitat    : hutan hujan di Sumatera
Status Perlindungan: Rentan dalam Daftar Merah IUCN
Jenis yang paling dikenal dari bunga bangkai adalah suweg raksasa atau Titan Arum (Amorphophallus titanum). Titan arum adalah flora endemik Pulau Sumatera, tersebar terutama di daerah Bengkulu dan Lampung dan masuk dalam kategori rentan (vulnerable) dalam daftar merah IUCN



Info Morfologi:
Walaupun ukuran bunga bangkai (Amorphophallus titanum) lebih besar daripada bunga Raflesia Rafflesia arnoldii, bunga bangkai bukan bunga terbesar, karena sebenarnya bunga bangkai terdiri dari ribuan bunga kecil yang tumbuh pada batang yang sama. Bunga bangkai bukan bunga tunggal, tetapi masuk dalam jenis bunga majemuk (inflorescence). Bagian yang menjulang (tongkol atau spadix) pada bunga tersebut sebenarnya terdiri dari koloni bunga kecil.  Walaupun sama-sama berbau busuk, bunga bangkai berbeda dengan bunga Raflesia, baik dari klasifikasi biologis, warna, cara hidup, dan siklus hidupnya.

Bunga bangkai mengalami 2 fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Selama fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang secara keseluruhan  dan sekilas mirip dengan pohon pepaya. Bunga bangkai dapat mencapai ketinggian sekitar 2 meter dengan rentang mahkotanya mencapai 1-5 meter. Meskipun demikian, Kebun Raya Cibodas Indonesia pernah mengumumkan bahwa bunga yang mekar di sana mencapai ketinggian 3,17 m pada tanggal 11 Maret 2004.

Proses pertumbuhan dari biji sampai nenjadi bunga memakan waktu tiga tahun. Apabila selama masa mekar bungai bangkai terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini bisa ditanam menjadi pohon pada fase vegetatif. Biji-biji inilah yang sekarang dibudidayakan.

Ekologi dan habitat
Bunga bangkai umumnya merupakan tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis mulai dari kawasan Afrika barat hingga ke Kepulauan Pasifik, termasuk di Indonesia.  Bunga Titan Arum dapat ditemukan pada habitat hutan tropis di Sumatera, khususnya pada ketinggian diantara 120 sampai 365 meter diatas permukaan laut

Ancaman
Populasi bunga bangkai liar sudah semakin berkurang karena habitat alaminya banyak mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian, perkebunan, dan pemukiman. Penyebab lainnya adalah masyarakat yang merasa terancam dengan bau busuk bunga ini, lalu memotong bunga dan daunnya.
Terdapat sekitar 170 spesies bunga bangkai di seluruh dunia. Spesies yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah:

•    Amorphophallus titanum
•    Amorphophallus gigas
•    Amorphophallus decussilvae
•    Amorphophallus beccarii
•    Amorphophallus campanulatus
•    Amorphophallus oncophyllus.

Perbedaan Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai



Banyak yang tidak tahu kalau bunga bangkai dan rafflesia berbeda.  Dari tampilannya memang sangat berbeda:
1. Nama Latin
Padma: Rafflesia Arnoldii.
Bunga Bangkai: Amorphpophallus titanium. Amorphos = bentuk yang rusak.Phallos = penis atau alat kelamin laki-laki.
2. Penemuan
Rafflesia: Ditemukan pertama kali oleh peneliti Joseph Arnold yang tergabung dalam ekspedisi Thomas Stamford Raffles di tahun 1818.  
 Bunga Bangkai ditemukan pertama kali di tahun 1878 oleh ahli botani Italia bernama Odoardo Beccari.
3. Penampakan
Rafflesia: Cebol, bunganya merekah ke samping, kelopaknya berjumlah 5, terlihat merah dan besar, menempel pada inang.
Bangkai: Bunganya memanjang ke atas, tampilannya tinggi semampai. Sebetulnya bunga bangkai adalah kumpulan dari ribuan bunga namun butuh pada batang yang sama dan diselubungi oleh bagian spathe atau semacam tudung untuk si bunga.
4. Tipe Tumbuhan
Rafflesia: Endoparasit pada tumbuhan merambat genus Tetrastigma sehingga tidak memiliki batang dan daun yang sesungguhnya. Jika inangnya mati, dia ikut mati. Berkembang dari bongol. Terdiri dari 22 jenis.
Bunga Bangkai: Marga Amorphophallus yang terdiri dari 170an spesies. Berkembang dari umbi, bunga bangkai merupakan sebetul-betulnya tanaman.
5. Warna

Rafflesia: Kemerahan, kadang oranye atau jingga dengan totol-totol putih
Bunga Bangkai: Merah keunguan, dengan kelopak bagian luar hijau-krem,
6. Umur
Rafflesia: Dari bonggol kecil hingga mekar butuh waktu hingga 14 bulan. Lalu mekarnya 5-7 hari dari berkembang hingga layu dan berwarna kehitaman.
Bunga Bangkai: Dari tunas hingga mekar sempurna, dibutuhkan waktu sekitar 3 atau 4 bulan namun untuk menjaga dan membuat si bunga jadi tunas, bisa sampai 4 tahun! Dan ketika sudah mekar, umurnya hanya 24 jam. Di jam-jam tersebut si bunga menguarkan bau, Bau busuk seperti bangkai. Usianya  bisa mencapai 40 tahun, namun mekarnya hanya 7-9 tahun sekali.
7. Ukuran
Rafflesia: Bunga terbesar di dunia, yang mana dapat tumbuh hingga diameternya 3 meter.
Bunga Bangkai: Marga Amorphophallus menjadi bunga tertinggi di dunia karena mencapai tinggi 3 meter lebih.